Sejak tahun 2024, perubahan iklim jadi persyaratan ISO setelah organisasi standar internasional tersebut resmi menambahkan climate change considerations ke dalam seluruh standar sistem manajemen (Management System Standards). Amandemen ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya risiko operasional, lingkungan, dan bisnis akibat perubahan iklim yang kini berdampak pada hampir semua sektor industri. Perubahan ini menandai langkah penting ISO dalam memastikan setiap organisasi yang mengadopsi standar mereka memiliki kemampuan adaptif dan ketahanan terhadap gangguan iklim.
Bagi perusahaan yang telah atau sedang mengejar sertifikasi ISO, perubahan ini sangat relevan. Organisasi kini wajib mengevaluasi apakah perubahan iklim merupakan isu yang berdampak pada tujuan sistem manajemen mereka dan bagaimana kebutuhan pihak berkepentingan dapat berubah karena faktor iklim. Artinya, mulai tahun 2024, perusahaan tidak hanya harus memenuhi persyaratan teknis standar ISO, tetapi juga menunjukkan bahwa mereka memiliki kesadaran, analisis risiko, serta kesiapan menghadapi potensi dampak perubahan iklim dalam menjalankan operasional sehari-hari.
Apa Itu Amandemen Perubahan Iklim dalam Standar ISO
Amandemen perubahan iklim dalam standar ISO adalah penyesuaian resmi yang mulai diterapkan sejak tahun 2024, di mana ISO menambahkan persyaratan baru terkait climate change considerations ke dalam seluruh standar sistem manajemen (Management System Standards). Amandemen ini bertujuan memastikan bahwa setiap organisasi harus mempertimbangkan dampak perubahan iklim sebagai bagian dari konteks bisnis, risiko, dan peluang dalam sistem manajemennya.
Baca Juga: Apa Itu Keamanan Informasi: Pengertian dan Prinsipnya (CIA Triad)

Standar ISO Mana Saja yang Terdampak?
Amandemen ini berlaku untuk semua standar sistem manajemen yang menggunakan struktur tingkat tinggi (Annex SL), sehingga mencakup ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, ISO 27001, dan standar sejenis lainnya. Setiap standar memiliki penekanan berbeda, tetapi semuanya sekarang mewajibkan organisasi untuk menilai relevansi perubahan iklim terhadap sistem manajemennya.
Misalnya, dalam ISO 9001 perubahan iklim dapat berhubungan dengan kualitas produk, bahan baku, kemasan, dan stabilitas rantai pasok. Sedangkan dalam ISO 45001, fokus bisa bergeser ke dampak iklim ekstrem terhadap keselamatan dan kesehatan kerja, seperti gelombang panas atau cuaca ekstrem di lokasi kerja.
Contoh Fokus Setiap Standar
| Standar ISO | Fokus Perubahan Iklim dalam Konteks Standar |
| ISO 9001 | Dampak iklim terhadap mutu produk, kemasan, dan kepuasan pelanggan. |
| ISO 14001 | Perubahan iklim seperti kenaikan suhu, cuaca ekstrem, banjir, atau kekeringan dapat memengaruhi proses operasional, penggunaan sumber daya, emisi, dan potensi pencemaran. |
| ISO 45001 | Risiko keselamatan kerja akibat cuaca ekstrem, suhu, dan perubahan pola kerja. |
| ISO 27001 | Gangguan infrastruktur dan layanan IT akibat bencana iklim, yang berpengaruh pada keamanan informasi. |
Klausul ISO yang Berubah Terkait Iklim
Perubahan iklim kini menjadi bagian dari persyaratan ISO, khususnya pada Klausul 4.1 yang membahas isu internal dan eksternal. Dalam pembaruan terbaru, organisasi secara tegas diwajibkan menilai apakah perubahan iklim termasuk isu yang relevan bagi sistem manajemennya. Ini menempatkan perubahan iklim sebagai faktor strategis yang harus dianalisis bersama faktor bisnis lainnya.
Di klausul 4.2, organisasi juga harus mengidentifikasi pihak berkepentingan yang memiliki kebutuhan atau persyaratan terkait perubahan iklim, seperti regulator, pelanggan besar, atau pemodal. Hasil analisis 4.1 dan 4.2 kemudian memengaruhi penetapan ruang lingkup sistem manajemen (4.3) dan penentuan risiko serta peluang pada klausul 6.1.1.
Baca Juga: Contoh Daftar Pertanyaan Audit Internal ISO 9001:2015 untuk Evaluasi Perusahaan
Bagaimana Dampaknya bagi Perusahaan yang Sudah Bersertifikasi ISO?
Amandemen perubahan iklim berdampak langsung pada semua organisasi bersertifikasi ISO. Meski tidak perlu sertifikasi ulang, perusahaan wajib menunjukkan bahwa mereka telah mempertimbangkan perubahan iklim dalam konteks sistem manajemennya.
Dampak utamanya:
- Pembaruan konteks organisasi (Clause 4.1): Perusahaan harus menilai apakah perubahan iklim memengaruhi operasi, strategi, atau keberlangsungan bisnis.
- Peninjauan kebutuhan pihak berkepentingan (Clause 4.2): Ekspektasi baru dari regulator, pelanggan, atau investor terkait emisi, keberlanjutan, atau ketahanan iklim harus dipertimbangkan.
- Penyesuaian risk assessment: Risiko dan peluang yang terkait perubahan iklim perlu dimasukkan ke dalam analisis risiko sistem manajemen.
- Penyelarasan dokumentasi: Dokumen seperti konteks organisasi, risk register, hingga tujuan manajemen mungkin perlu diperbarui agar mencerminkan pertimbangan iklim.
- Audit akan memeriksa bukti pertimbangan iklim: Auditor akan menilai apakah perusahaan telah meninjau relevansi perubahan iklim dan dapat menunjukkan bukti pendukung.
Intinya, perusahaan harus memasukkan isu perubahan iklim ke dalam konteks, risiko, dan kebutuhan pihak berkepentingan agar tetap memenuhi persyaratan ISO terbaru.
Perubahan iklim kini menjadi aspek penting yang harus diperhatikan dalam penerapan standar ISO. Terlebih sejak pembaruan tahun 2024, organisasi diwajibkan menilai dan mempertimbangkan dampaknya dalam konteks sistem manajemen yang diterapkan. Dengan memahami standar ISO yang terdampak serta cara mengintegrasikan isu perubahan iklim ke dalam analisis konteks, risiko, dan peluang, perusahaan dapat memenuhi persyaratan kepatuhan secara lebih tepat. Langkah ini juga membantu menjaga keberlanjutan dan ketahanan bisnis dalam jangka panjang. Jika Anda ingin memastikan implementasi ISO berjalan tepat, efektif, dan siap menghadapi audit, maka segera hubungi kami. 3AC Consulting siap membantu melalui jasa konsultasi ISO yang profesional dan terstruktur. Hubungi 3AC sekarang untuk mendapatkan pendampingan ISO yang sesuai standar terbaru dan kebutuhan bisnis Anda.
Konsultan sertifikasi ISO no. 1 di Jepang


