Perhitungan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) semakin menjadi faktor strategis bagi industri manufaktur di Indonesia, khususnya dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah serta program peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN). Seiring dengan penguatan kebijakan substitusi impor dan preferensi produk lokal, perusahaan dengan nilai TKDN yang kompetitif memiliki posisi yang lebih kuat dalam pasar nasional.

Namun, dalam praktiknya, tantangan terbesar bukan hanya pada komposisi material, melainkan pada akurasi data biaya dan ketertelusuran dokumen produksi. Pada titik inilah penerapan ISO 9001 berperan penting sebagai sistem pendukung yang memperkuat kesiapan perusahaan dalam proses verifikasi TKDN.

Apa Itu TKDN dan Mengapa Semakin Relevan ke Depan?

Definisi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)

TKDN adalah besarnya persentase nilai komponen produksi yang berasal dari dalam negeri, yang perhitungannya mencakup tiga unsur utama:

  • Material atau Bahan Baku: Penilaian terhadap asal-usul fisik komponen, baik yang berasal dari sumber daya alam domestik maupun hasil olahan industri dalam negeri.
  • Tenaga Kerja: Kontribusi biaya sumber daya manusia yang melibatkan tenaga kerja lokal, mulai dari level operasional hingga manajerial.
  • Biaya Tidak Langsung (Overhead dan Jasa): Pencakupan biaya pendukung produksi seperti penggunaan fasilitas pabrik, alat kerja, serta layanan jasa teknis yang disediakan oleh entitas domestik.

Penetapan TKDN bertujuan untuk memperkuat struktur industri nasional melalui peningkatan nilai tambah lokal dalam proses produksi.

Manfaat Sertifikat TKDN bagi Industri Manufaktur

Sertifikat TKDN membantu produk manufaktur lebih mudah digunakan dalam pengadaan pemerintah. Pada skema tertentu, produk yang memiliki nilai TKDN sesuai ketentuan dan dikombinasikan dengan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) dapat memperoleh prioritas penggunaan atau perlakuan khusus dalam evaluasi harga, sehingga produk dalam negeri tetap berpeluang menang meskipun harga penawarannya sedikit lebih tinggi dibandingkan produk impor.

Selain untuk pengadaan, nilai TKDN juga sering dijadikan pertimbangan tambahan dalam berbagai program dan kebijakan pemerintah yang mendorong penguatan industri dalam negeri.

Catatan: Ketentuan nilai TKDN yang berlaku dapat berbeda-beda, tergantung pada sektor industri, jenis produk, dan mekanisme pengadaan yang digunakan.

Baca Juga: Contoh Daftar Pertanyaan Audit Internal ISO 9001:2015 untuk Evaluasi Perusahaan

Dasar dan Mekanisme Perhitungan TKDN Manufaktur

Metode Perhitungan TKDN

Perhitungan TKDN pada sektor manufaktur umumnya menggunakan metode berbasis biaya (cost-based) dengan pendekatan Ex-Works, yaitu seluruh biaya yang timbul hingga produk selesai diproduksi di pabrik, tidak termasuk laba, biaya pemasaran, dan PPN.

Komponen Utama Perhitungan

1. Komponen Barang (Material)
Dihitung berdasarkan biaya material langsung yang digunakan dalam proses produksi.

  • Material dari pemasok dalam negeri yang memiliki sertifikat TKDN sesuai lingkup produk dapat diklaim sebagai komponen lokal sesuai nilai yang tercantum.
  • Jika pemasok belum memiliki sertifikat TKDN, maka diperlukan penelusuran asal material dan struktur biayanya.

2. Komponen Jasa dan Overhead
Meliputi:

  • tenaga kerja (komposisi WNI),
  • penggunaan jasa lokal,
  • biaya overhead yang terjadi di dalam negeri.

Rumus Ilustratif TKDN

Sebagai gambaran umum, nilai TKDN dihitung dengan formula berikut:

TKDN (%) = (Biaya Komponen Dalam Negeri / Total Biaya Produksi Ex-Works) x 100%

Catatan: Rumus ini bersifat ilustratif, sedangkan perhitungan final tetap mengikuti pedoman teknis dan verifikasi surveyor resmi.

Proses Verifikasi oleh Surveyor Independen

Setelah perusahaan menyusun data perhitungan TKDN, proses selanjutnya adalah verifikasi oleh lembaga surveyor independen yang ditunjuk pemerintah. Proses verifikasi mencakup:

  • pemeriksaan laporan biaya produksi,
  • faktur pembelian material,
  • data tenaga kerja dan penggajian,
  • serta konsistensi dokumen pendukung lainnya.

Ketidaksesuaian atau kurangnya bukti pendukung dapat berdampak pada penyesuaian atau pengurangan nilai TKDN.

Peran ISO 9001 dalam Mendukung Keberhasilan TKDN

1. Kontribusi pada Penilaian Bobot Manfaat Perusahaan (BMP)

Dalam penilaian TKDN, terdapat unsur Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) yang mencakup aspek manajemen dan tata kelola. Sertifikasi ISO 9001 sering digunakan sebagai bukti penerapan sistem manajemen mutu yang terdokumentasi dan terstruktur, sehingga dapat memberikan kontribusi positif pada penilaian unsur manajemen, tergantung pada hasil evaluasi surveyor.

2. Menjamin Ketertelusuran dan Konsistensi Data

ISO 9001 menekankan:

  • pengendalian dokumen,
  • pencatatan pemasok,
  • serta ketertelusuran proses dan material.

Penerapan sistem ini membantu perusahaan menyediakan data yang konsisten dan mudah diverifikasi, sehingga proses audit TKDN dapat berjalan lebih efisien dan minim koreksi.

3. Efisiensi Proses Produksi Lokal

Melalui prinsip perbaikan berkelanjutan, ISO 9001 mendorong efisiensi proses produksi. Efisiensi ini berpotensi memperkuat struktur biaya lokal dan mendukung peningkatan nilai tambah dalam negeri secara berkelanjutan.

Baca Juga: Memahami 10 Klausul ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu

Strategi Praktis Meningkatkan Nilai TKDN

  1. Pemilihan Pemasok: Prioritaskan pemasok dalam negeri yang memiliki sertifikat TKDN sesuai dengan lingkup material yang digunakan.
  2. Pengelolaan Dokumen Terintegrasi: Sistem ERP atau digitalisasi dokumen membantu konsistensi data biaya produksi dan memudahkan simulasi TKDN.
  3. Integrasi ISO 9001 dengan Proses Produksi: Pastikan SOP ISO 9001 mencakup pencatatan asal material dan struktur biaya agar siap diverifikasi kapan pun.

Optimalkan TKDN Perusahaan Anda Bersama 3AC

3AC mendampingi industri manufaktur dalam membangun sistem manajemen yang selaras antara standar internasional dan kepatuhan regulasi nasional. Sebagai penyedia jasa konsultasi ISO yang profesional, kami menawarkan konsultasi ISO 9001 yang dirancang untuk mendukung kesiapan audit TKDN.

Perkuat daya saing produk manufaktur Anda di pasar dalam negeri melalui integrasi ISO 9001 dan perhitungan TKDN yang tepat. Hubungi 3AC untuk mulai berkonsultasi.

FAQ

1. Apakah ISO 9001 wajib untuk pengajuan TKDN?

Tidak wajib, namun sering digunakan sebagai bukti pendukung penerapan sistem manajemen dalam penilaian BMP dan kesiapan audit.

2. Apa penyebab utama nilai TKDN rendah?

Dominasi material impor serta kurangnya dokumen pendukung yang valid dan tertelusur.

3. Berapa masa berlaku sertifikat TKDN?

Umumnya berlaku selama 3 tahun, sepanjang tidak terjadi perubahan signifikan pada proses produksi atau komposisi material.